Gempar Seorang Perempuan Dibunuh karena Pindah Ke Agama Kristen

Sangat menyedikan bagi kita semua terutama keluarga besar agama kristen atas kejadian pembunuhan ini.


Market Pedia - Sangat menyedikan bagi kita semua terutama keluarga besar agama kristen atas kejadian pembunuhan ini.
Melansir dari Viva.co.id jumat 18 maret 2022 telah terjadi pembunuhan seorang perempuan berumur 20 tahun dan kerap di julukin artis tiktok dengan followers sebanyak 50 rb followers di tiktok, perempuan tersebut bertempat tinggal di negara irak, perempuan tersebut di bunuh karena perempuan tersebut pindah agama ke agama kristen.
Perempuan tersebut bernama Maria Eman Sami Maghdid.

Maria Eman Sami Maghdid tewas ditikam. 
Dia telah menggunakan nama Kristennya selama beberapa waktu di media sosial dan sangat populer dengan banyak pengikut. 
Tampaknya dia dihukum oleh keluarganya karena meninggalkan Islam, khususnya karena memeluk agama Kristen.
Pembunuhannya terjadi di dekat bandara internasional Erbil, tidak jauh dari Ankawa, distrik Erbil yang mayoritas beragama Kristen. 

Pamannya mengatakan telah membunuh Maria dengan kakaknya yang juga ikut terlibat. Pada awalnya, laporan menunjukan bahwa kedua tersangka pembunuh telah ditangkap, 
tapi kemudian polisi mengeluarkan pernyataan bahwa hanya satu orang yang ditangkap.

Maria terkenal dengan jiwa aktivismenya, perjuangannya untuk hak-hak perempuan bersama dengan pilihannya memeluk agama Kristen telah mendapatkan pertentangan oleh keluarganya.

Sementara itu, kerabatnya mengklaim bahwa pertengkaran keluarga Maria adalah penyebab kematian Maria.
Sebuah sumber pemerintah yang anonim karena alasan keamanan mengatakan bahwa setelah memeluk agama Kristen, dia memilih untuk dipanggil Maria. 
Namun keluarga menolak keras hal itu, mereka mengatakan bahwa pembunuhan atas dasar perpindahan agama bukanlah penyebabnya. Namun karena Maria ingin hidup sendiri, bebas, setelah empat tahun menceraikan suaminya.

Maria sebelumnya dipaksa menikah oleh keluarganya saat dia berusia 12 tahun. Pihak keluarga juga terdorong untuk membunuh Maria karena dia tidak memakai cadar, dan tidak ingin lagi mengikuti tradisi Islam.

"Mereka mengatakan bahwa ayahnya menjual buah-buahan dan sayuran padahal sebenarnya dia adalah seorang tokoh imam dan tokoh agama terkenal di komunitas Muslim,” kata sumber tersebut.

“Mereka menemukan mayatnya (Maria) diikat dengan selotip, dan dibuang di pinggir jalan, dengan banyak luka tusukan,” katanya lebih lanjut. 
Maria dikenal sebagai seseorang yang terbuka, dia tinggal bersama seorang teman dan merupakan bagian dari komisi yang memperjuangkan hak-hak perempuan Arab dan Irak.

Ironisnya, kematiannya bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, sebuah pertanda bahwa perjuangan perempuan untuk hak dan kebebasan masih panjang.

“Tokoh Kristen dan Muslim terkemuka serta para pemimpin pemerintah Kurdi mengutuk pembunuhan itu,” kata seorang sumber.

Hampir 50 rb pengikut Maria di Tiktok juga mengutuk pembunuhan Maria. 
Dalam video yang diunggah Maria di akun Tiktoknya, 
dia menyebarkan pesan keberanian, perjuangan dan emansipasi. Dia juga sempat menunjukan dirinya merokok, 
mengenakan pakaian ala Barat dengan mengatakan dalam satu videonya bahwa menjadi berbeda di Kurdistan dapat menyebabkan kematian.

Kami ucapkan terimakasih telah membaca berita ini dan jangan lupa di share.
LihatTutupKomentar