Heboh Hotman Paris dan Yusuf Mansur Dilaporkan

Beragam peristiwa yang menarik perhatian publik terjadi selama sepekan terakhir ini di Jabar. Dua tokoh publik, yakni pengacara kondang Hotman Paris
Heboh Hotman Paris dan Yusuf Mansur Dilaporkan

Beragam peristiwa yang menarik perhatian publik terjadi selama sepekan terakhir ini di Jabar. Dua tokoh publik, yakni pengacara kondang Hotman Paris dan Yusuf Mansur sama-sama dilaporkan untuk kasus yang berbeda.

Hotman Paris Dilaporkan Peradi ke Polres Sukabumi

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea (HPH) secara resmi dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota. Ucapan Hotman Paris di media sosial terkait DPN Peradi dinilai membuat gaduh dan resah.

Pelaporan itu dilakukan DPC Peradi Cibadak, Sukabumi pada Rabu (27/4/2022) malam. Ketua DPC Peradi Cibadak Ferdy Ferdian mengatakan, laporan tersebut sudah diterima dengan nomor laporan STTLP/B/153/IV/SPKT/Polres Sukabumi Kota/Polda Jawa Barat.

"Di sini kami melaporkan Hotman Paris Hutapea mengenai berita bohong, hoaks yang memang membuat resah dan gaduh seluruh anggota kami. Maka kami atas nama DPC Peradi Cibadak bersikap untuk menenangkan anggota agar tidak panik," kata Ferdy kepada detikJabar di Mapolres Sukabumi Kota.

Pelaporan itu berdasar pada pernyataan Hotman Paris Hutapea menanggapi putusan Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam. Pihaknya meminta Polres Sukabumi Kota serius dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

Sebelumnya, Hotman Paris telah lebih dulu dilaporkan ke Polda Jabar terkait pernyataannya yang menyebut keanggotaan Peradi Otto Hasibuan tidak sah. Hotman Paris mengeluarkan penyataan itu setelah adanya putusan kasasi.

MA dalamam putusan kasasi nomor 997K/PDT/2022 menguatkan putusan judex factie yang membatalkan Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor : KEP.104/PERADI/DPN/IX/2019, tanggal 4 September 2019.

Atas putusan di atas, Hotman Paris menafsirkan lebih jauh, yaitu karena anggaran dasar tidak sah, pengurusnya juga tidak sah.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) seluruh Jawa Barat juga mengecam ucapan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea terkait anggota Peradi Otto Hasibuan tak sah. Bahkan 23 DPC Peradi se-Jabar memberi somasi terhadap Hotman Paris.

"Dengan ini, kami menegur keras/mensomasi saudara Hotman Paris Hutapea dan Faisal Hafied agar dalam tempo 7x24 mencabut semua komentar-komentar tidak benar di media sosial maupun media massa yang sangat merugikan organisasi advokat Peradi. Apabila teguran/somasi ini tidak saudara tanggapi, maka kami akan melaporkan saudara kepada pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saudara," ujar Ketua DPC Peradi Kota Bandung Roelly Pangabean kepada wartawan di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (25/4/2022).

Yusuf Mansur Dilaporkan ke Disnaker

Yusuf Mansur resmi mendapat gugatan dari para pegawainya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung. Ustaz kondang itu digugat atas urusan upah yang tak didapat pegawai PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) selama beberapa bulan.

"Ya betul. Kami dapat surat aduan yang isinya mengadukan Yusuf Mansur dan perusahaannya ke Disnaker," kata Kadisnaker Kota Bandung Arief Syaifudin saat dikonfirmasi detikJabar via telepon, Rabu (27/4/2022).

Arief menjelaskan, Yusuf Mansur digugat pada Jumat (22/4) lalu. Gugatan didaftarkan kuasa hukum para pegawai Paytren atas tunggakan hak upah pekerja.

"Dilaporinnya minggu kemarin. Yang pasti (gugatannya) kaitan dengan hak, hak upah. Yang datang waktu itu kuasa hukum," ucapnya.

Arief belum bisa merinci draft gugatan kepada Yusuf Mansur dan bisnis e-wallet Paytren tersebut. Pasalnya, Disnaker berencana akan menggelar mediasi untuk kedua belah pihak.

"Belum sampe ke sana, nanti di mediasi akan berkembang. Saya juga belum berani menyampaikan apa isi laporannya, karena itu kewenangannya kuasa hukum belum bisa disampaikan sekarang," terangnya.

Disnaker kata Arief, masih menunggu waktu terkait agenda mediasi gugatan Yusuf Mansur. Mediasi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena daftar tunggu di Disnaker juga masih banyak.

"Tinggal menunggu jadwal mediasinya saja. Karena permohonan mediasi ke Disnaker juga masih banyak," pungkasnya.

LihatTutupKomentar