Apa Yang Dimaksud Dengan Mongo DB

Seiring bersama dengan berkembangnya teknologi terhadap pengembangan sofware akhir-akhir ini membuat database NoSQL makin dilirik oleh para developer
Apa Yang Dimaksud Dengan Mongo DB

Seiring bersama dengan berkembangnya teknologi terhadap pengembangan sofware akhir-akhir ini membuat database NoSQL makin dilirik oleh para developer . Database NoSQL sendiri hadir untuk menutupi kekurangan berasal dari basis information SQL yang condong kaku dan ada problem diperbesar skalanya.

Apa itu Mongo DB ?

Apa Yang Dimaksud Dengan Mongo DB

MongoDB adalah tidak benar satu database NoSQL (Not Only SQL) berbasis dokumen (Document-Oriented Database) yang berbentuk opensource. MongoDB dikembangkan dan dikelola oleh MongoDB.Inc sejak tahun 2009. Sampai saat ini , MongoDB termasuk basis data NoSQL yang lumayan pesat perkembangannya di mana hingga saat ini penggunanya udah mencapai 85 juta pengguna. MongoDB membantu bermacam bentuk data hal itulah yang memicu basis data ini sering digunakan terhadap teknologi big data. Pada Mongo DB penyimpanan datanya gunakan Binary JSON (BSON) format sehingga terhadap database ini kami tidak dapat menemukan makna tabel, row atau field seperti yang sering kami temui terhadap SQL database. MongoDB cocok untuk usecase yang perlu penyimpanan dokumen yang lumayan besar , dinamis, dan keperluan analisis secara real time.

Kelebihan dan Kekurangan Mongo DB

Mongo DB miliki sebagian kelebihan dan kekurangan yang kudu kami memperhatikan sebelum akan pilih basis data ini ke didalam project kalian . Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari MongoDB :

Kelebihan Mongo DB

  1. Peforma yang ditawarkan oleh database MongoDB lebih cepat jika dibandingkan bersama dengan basis data type SQL karena terhadap database MongoDB penyimpanan datanya gunakan format Binary JSON (BYSON) sehingga lebih ringan.
  2. Sintaks query terhadap database MongoDB lebih simple dan mudah dimengerti jika dibandingkan bersama dengan basisdata SQL.
  3. MongoDB miliki kapabilitas skabilitas yang fleksibel cocok bersama dengan kebutuhan . Dimana jika kapan waktu kebutuhan penyimpanan data kalian meningkat , kalian dapat mengimbuhkan sebagian server cloud untuk memperbesar penyimpanan kalian.
  4. Mendukung replikasi data , MongoDB udah membantu replikasi data atau pencadangan data ke didalam sebagian server yang tidak sama sehingga dapat memaksimalkan kinerja server serta mengurangi resiko kehilangan data.
  5. Skema dokumen lebih fleksibel , MongoDB miliki arsitektur penyimpanan data yang lebih dinamis sehingga database dapat digunakan untuk menanggulangi type data tidak terstruktur maupun terstruktur.
  6. Lebih aman terhadap serangan sql injection karena oleh design dari basis datanya.
  7. MongoDB gratis untuk digunakan.
  8. Cocok digunakan terhadap Realtime analytics, content management, internet of things dll.

Kekurangan MongoDB

  1. Tidak membantu transaksi, hal itu karena MongoDB gunakan ACIS (tomicity, Consistency, Isolation, plus Durability) yang tidak perlu transaksi.
  2. Menghabiskan banyak memori, seringnya terkandung duplikasi data yang diakibatkan oleh kurangnya fungsionalitas terhadap database ini dapat berakibat terhadap makin banyaknya ruang memori yang digunakan.
  3. Ukuran data yang dapat digunakan hanya dibatasi sebesar 16 MB tiap tiap dokumennya. Selain itu peforma nesting untuk dokumen termasuk dibatasi hanya 100 per levelnya.
  4. Sangat peka terhadap kasus pengindeksan yang dapat berakibat fatal terhadap peforma basis data.
Demikian adalah penjelasan singkat oleh Market Pedia perihal apa itu Mongo DB beserta kelebihan dan kekurangan Mongo DB. Terus, Kapan gunakan Mongo DB ? , maka jawabanya adalah pastikan pernah project yang dapat kalian develop memang perlu fitur-fitur yang ditawarkan oleh Mongo DB selain itu pastikan termasuk anda lihat kekurangan dari MongoDB sendiri untuk menegaskan apakah aplikasi yang dapat anda bikin bener-bener dapat dibangun bersama dengan gunakan Mongo DB sebagai basis datanya. 
LihatTutupKomentar