Arca Bodhisatwa Manjusri Candi Plaosan Koleksi Rijksmuseum
Dokumentasi arca kuno abad ke-9 di Rijksmuseum: The bodhisattva Manjushri yang berasal dari Candi Plaosan, Jawa Tengah. Mahakarya patung batu andesit
🗿 Arca Bodhisatwa Manjusri (Abad ke-9)
Dokumentasi arkeologi: "The Bodhisattva Manjushri". Sebuah mahakarya arca batu vulkanik (andesit) peninggalan dari kompleks kuno Candi Plaosan, bertanggal sekitar tahun 800 - 900 Masehi.
✏️ Kurasi oleh Tim Sejarah Atechsur.org | Terakhir Diperbarui: 27 Maret 2026 | Berdasarkan Arsip Rijksmuseum
Arca monumental ini adalah representasi dari Bodhisatwa Manjusri, salah satu figur sentral dalam panteon Buddha Mahayana. Dalam tradisi Tiongkok purba, Manjusri dihormati sebagai salah satu penganjur (advocates) awal ajaran Buddha dan simbol dari prajna atau kebijaksanaan tertinggi.
Dalam seni pahat Jawa Kuno, khususnya pada periode keemasan kerajaan di Jawa Tengah (sekitar abad ke-8 hingga ke-9), Manjusri secara khas digambarkan sebagai seorang pemuda rupawan. Arca seberat lebih dari setengah ton ini memperlihatkan detail pahatan tingkat tinggi, seperti tali perhiasan atau kasta (bejewelled straps) yang menyilang secara elegan di bidang dadanya. Patung ini duduk dalam postur meditasi klasik, memancarkan ketenangan absolut meskipun telah melewati gerusan waktu lebih dari sebelas abad.
- Postur Meditasi: Arca ini dipahat dalam posisi duduk bersila yang dikenal sebagai 'lotus'-posture (Sikap Teratai) atau Buddha-posture, posisi standar untuk arca dewa-dewa dan tokoh agung dalam kesenian Hindu-Buddha.
- Mudra yang Hilang: Bagian lengan dan tangan arca ini telah patah/hilang. Berdasarkan pola tubuh dan pakem ikonografi Candi Plaosan, para ahli menyimpulkan bahwa tangan arca tersebut dulunya kemungkinan membentuk sikap dharmacakra mudra (gestur memutar roda ajaran).
- Simbolisme Dharmacakra: Jika benar tangannya bersikap dharmacakra mudra, hal ini menyimbolkan dimulainya siklus pengajaran doktrin Buddha menuju pencerahan spiritual (enlightenment), sebuah tugas utama bagi seorang Bodhisatwa.
- Perhiasan Pemuda: Berbeda dengan dewa-dewa berwujud garang, Manjusri digambarkan lembut. Tali perhiasan menyilang (channavira) di dada menunjukkan status kedewataannya namun dengan estetika keanggunan.
Asal usul pembuatan arca ini tak bisa dilepaskan dari sejarah Candi Plaosan. Berada tidak jauh dari Prambanan di Jawa Tengah, candi ini merupakan mahakarya sinkretisme yang dibangun pada era Kerajaan Mataram Kuno (sekitar pertengahan abad ke-9).
Candi Plaosan unik karena pembangunannya sering dikaitkan dengan pernikahan beda agama antara Rakai Pikatan (yang beragama Hindu Syiwa) dan Pramodawardhani (putri wangsa Syailendra yang beragama Buddha Mahayana). Arca-arca yang ditemukan di Plaosan, termasuk Manjusri ini, dikenal karena kehalusan pahatan andesitnya yang merepresentasikan puncak kematangan seni pahat (sculpture) di Jawa.
1. Apa yang direpresentasikan oleh arca ini?
Arca ini merepresentasikan Bodhisatwa Manjusri, sosok yang sangat dihormati dalam tradisi Buddha Mahayana (terutama di Tiongkok dan Jawa) sebagai pewujudan dari kebijaksanaan tertinggi (prajna).
2. Mengapa bagian tangan arca ini hilang?
Seperti banyak arca kuno lainnya, kerusakan (missing hands) terjadi akibat usia (lebih dari seribu tahun), pelapukan alam, runtuhnya candi, atau pemindahan di masa lalu. Awalnya, tangan tersebut kemungkinan besar membentuk mudra dharmacakra (memutar roda dharma).
3. Dari mana asal arca batu ini?
Arca batu seberat 663 kg ini berasal dari kompleks Candi Plaosan, sebuah situs candi Buddha besar di Jawa Tengah, yang dibangun pada abad ke-9.
Jelajahi jaringan terpercaya situs mitra kami yang mencakup direktori, ensiklopedia, pasar online, edukasi, dan informasi finansial.
- Arca ini didokumentasikan dalam berbagai literatur klasik, seperti 'Bodhisttra van Plaosan' oleh N.J. Krom (1923), dan riset mutakhir oleh W.A. Southworth (2017) dalam Rijksmuseum Bulletin.
- Data dan gambar arca bersumber dari pangkalan data terbuka Rijksmuseum Amsterdam.
- Fotografi benda bersejarah tiga dimensi kuno ini berstatus Domain Publik (CC0) sehingga dapat digunakan secara bebas untuk edukasi.
Tentang Penulis: Tim Ahli Sejarah Atechsur.org
Tim kurasi Atechsur.org terdiri dari para pemerhati warisan budaya, pengkaji seni kuno Asia, dan sejarawan yang berdedikasi mendokumentasikan mahakarya masa lalu untuk pembaca masa kini.
© 2026 – Atechsur.org – Ensiklopedia Arca Manjusri Plaosan
Koleksi Rijksmuseum • Domain Publik • Diperbarui: 27 Maret 2026