📷 Foto Stele Harihara Kediri (1866)

Dokumentasi historis: "Deification stele with features of Harihara in the residential gardens at Kediri, East Java province". Jejak rekam arkeologi abad ke-14 karya fotografer Isidore van Kinsbergen.

✏️ Kurasi oleh Tim Sejarah Atechsur.org | Terakhir Diperbarui: 27 Maret 2026 | Berdasarkan Arsip Rijksmuseum

Foto albumen kuno arca batu Harihara di Kediri
Prasasti Harihara, Kediri (1866/1867) – Cetakan foto albumen (albuminedruk) yang merekam kondisi arca peninggalan Majapahit di halaman rumah dinas Eropa.
Sumber: Rijksmuseum (RP-F-2005-159-63)Lisensi: Domain Publik (CC0)

Arsip fotografi ini merupakan karya pionir yang diabadikan oleh Isidore van Kinsbergen antara bulan Desember 1866 hingga Januari 1867. Foto tersebut merekam wujud fisik sebuah prasasti batu/arca (stele) yang dikategorikan sebagai arca perwujudan (deification) dengan ikonografi Harihara—dewa gabungan dalam mitologi Hindu (separuh Siwa dan separuh Wisnu).

Secara historis, benda purbakala ini diyakini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Hindu-Buddha abad ke-14 di Jawa (kemungkinan era Majapahit). Menariknya, pada saat foto ini diambil, arca tersebut tidak difoto di situs penemuan aslinya (candi), melainkan telah dipindahkan dan diletakkan di "residential gardens" (taman kediaman resmi) milik pejabat Residen Belanda di distrik Kediri, Jawa Timur. Praktik pengumpulan benda arkeologi di halaman rumah pejabat Eropa merupakan tren umum pada era kolonial demi prestise atau pelestarian awal.

Identifikasi Arsip Fotografi
Judul (Inggris)
Deification stele with features of Harihara...
Fotografer
Isidore Kinsbergen (1821-1905)
Waktu Perekaman
Desember 1866 - Januari 1867
Subjek Arca
Stele/Arca Perwujudan Harihara (Abad ke-14)
Lokasi Pemotretan
Taman Residen Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Teknik Fotografi
Albumen print (Cetak albumen)
Dimensi Cetakan
T 275 mm x L 205 mm
No. Objek
RP-F-2005-159-63 (Rijksmuseum)
Inskripsi Asli
‘Vishnoe bij het Residentie-huis te Kediri. Cat. no. 211’
Status Hak Cipta
Domain Publik (CC0)
📸 Fakta Teknik & Historis Fotografi
  • Bahan dan Teknik Kuno: Foto ini dicetak menggunakan teknik albumen print, proses fotografi utama abad ke-19 yang menggunakan putih telur untuk mengikat zat kimia peka cahaya pada kertas. Ini memberikan warna sepia khas pada foto-foto antik.
  • Catatan Teks yang Salah Kaprah: Terdapat inskripsi asli berbahasa Belanda: ‘Vishnoe bij het Residentie-huis te Kediri’. Sang pengarsip awal melabelinya sebagai "Vishnoe" (Wisnu), namun penelitian ikonografi modern merevisinya sebagai Harihara (perpaduan atribut Siwa dan Wisnu).
  • Misi Dokumentasi Bataviasche Genootschap: Kinsbergen ditugaskan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Masyarakat Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia) untuk membuat inventaris visual peninggalan purbakala yang kondisinya semakin rentan akibat alam dan vandalisme.
  • Buku Referensi Terkait: Foto ini didokumentasikan pula dalam katalog "Isidore van Kinsbergen (1821-1905): photo pioneer and theatre maker in the Dutch East Indies", menempati urutan nomor 211.
Latar Belakang Pemotretan di Kediri

Pada pertengahan abad ke-19, wilayah Kediri merupakan salah satu fokus penting bagi arkeolog kolonial karena hubungannya yang kuat dengan kerajaan-kerajaan kuno seperti Panjalu dan Kadiri. Seringkali, patung-patung batu (stele) yang ditemukan terkubur di hutan atau reruntuhan candi akan diboyong ke pekarangan rumah dinas (Residentie-huis) atas perintah administrator Belanda.

Tindakan "menyelamatkan" arca ke pekarangan Residen ini bertujuan ganda: sebagai ornamen taman yang eksotis bergaya orientalisme, dan juga mengumpulkannya di satu titik agar fotografer seperti Kinsbergen tidak perlu blusukan ke hutan dalam untuk mendokumentasikan setiap temuan. Ironisnya, perpindahan ini sering menghilangkan konteks tata ruang (spasial) asli benda sejarah tersebut.

Mengenal Fotografer: Isidore van Kinsbergen

Pionir Foto dan Pembuat Teater

Isidore van Kinsbergen (1821-1905) pada awalnya adalah seorang aktor, penyanyi, dan ahli tata panggung (theatre maker) yang tiba di Hindia Belanda pada 1851. Latar belakang teatrikalnya inilah yang diyakini membuat hasil-hasil jepretannya terhadap patung kuno memiliki pencahayaan (lighting) dramatis dan komposisi yang megah.

Untuk memotret arca Harihara di Kediri, Kinsbergen sering kali menggantungkan kain latar hitam yang disebut 'scherm' di belakang objek. Teknik ini sengaja dilakukan agar latar belakang taman Eropa-tropis tidak mendistraksi wujud ukiran kuno, sehingga para ilmuwan di Belanda yang menerima foto ini (cetak pasteboard dan paper/karton) bisa fokus mempelajari ikonografi Hindu-Buddha tanpa gangguan visual.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang direkam dalam foto ini?

Foto ini menampilkan sebuah 'Deification stele' (prasasti batu penuhanan) yang dipahat dengan ikonografi ciri-ciri dewa sinkretis Harihara (perpaduan aspek dewa Siwa dan Wisnu), peninggalan dari abad ke-14.

2. Di mana arca ini difoto pada saat itu?

Pada saat difoto antara Desember 1866 hingga Januari 1867, arca kuno ini tidak berada di candi, melainkan telah dipindahkan dan dipajang di taman kediaman dinas (residential gardens) milik Residen kolonial di distrik Kediri, Jawa Timur.

3. Siapa fotografer dari gambar ini?

Foto bersejarah ini diambil menggunakan teknik albumen oleh Isidore van Kinsbergen, seorang fotografer pionir dan pelukis panggung yang ditugaskan resmi untuk mendokumentasikan peninggalan purbakala demi keperluan studi ilmuwan di Eropa.

🌐 Jaringan Mitra Kami

Jelajahi jaringan terpercaya situs mitra kami yang mencakup direktori, ensiklopedia, pasar online, edukasi, dan informasi finansial.

Referensi & Penafian
⚠️ Penafian Penting:
  • Artikel ini ditujukan sebagai materi edukasi mengenai sejarah pengarsipan benda arkeologi di masa Hindia Belanda.
  • Ilustrasi yang digunakan bersumber dari repositori pangkalan data digital Rijksmuseum Amsterdam.
  • Berkas cetak fotografi tersebut berstatus Domain Publik (Public Domain/CC0) karena batas kepemilikan hak ciptanya telah usang.
AS

Tentang Penulis: Tim Ahli Sejarah Atechsur.org

Tim kurasi Atechsur.org mendedikasikan diri untuk merestorasi cerita di balik artefak arkeologi, seni grafis, dan sejarah awal fotografi kolonial bagi pembaca modern di Asia Tenggara.


© 2026 – Atechsur.org – Ensiklopedia Foto Arca Kediri (Kinsbergen)
Koleksi Rijksmuseum • Domain Publik • Diperbarui: 27 Maret 2026